Status Gizi Anak Indonesia

Kelambu Nyamuk – Setelah beberapa hari lalu saya posting produk jelly gamat gold-g maka untuk saat ini saya tulis status gizi anak indonesia yang mungkin saja ada diantara kita semua. Entah tetangga, ponakan atau justru anak kita sendiri.

Indonesia terkenal dengan negara maritim dan terletak didaerah khatulistiwa yang subur dan banyak kekayaan alam. Bahkan dalam kutipan pernah kita dengar “gemah ripah loh jinawi, tongkat dan batu jadi tanaman” dan masih ada lagi ungkapan lain yang memberikan pujian untuk indonesia. Bahkan tanaman pelancar asi untuk menjadikan anak sehat pun tersedia.

Entah kenapa semua itu sekarang hanya ungkapan belaka. Sering kita dengar bahwa masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi bahkan sampai yang disebut busung lapar. Dan ini adalah beberapa fakta baru mengenai status gizi yang dimiliki oleh anak-anak Indonesia, yaitu:

1. Prevalensi kekurangan vitamin A sudah jauh menurun, tingkat kekurangan vitamin A pada anak usia 24-59 bulan sebesar 0,6 persen dan usia 5-12 tahun sebesar 0,7 persen.

“Sekarang rendah, kurang dari 1 persen karena pemerintah memberikan kapsul suplementasi vitamin A dari mulut ke mulut dan cakupannya tinggi,” ujar Dr Minarto, MPS, direktur Bina Gizi Masyarakat Kemenkes.

2. Kadar vitamin D di bawah 40 nmol/L pada anak usia 24-59 bulan adalah 11,9 persen dan anak usia 5-12 tahun sebesar 12,5 persen. Sedangkan untuk kadar vitamin D di bawah 50 nmol/L pada anak usia 24-59 bulan sebesar 41,4 persen dan anak usia 5-12 tahun sebesar 46,7 persen.

3. Prevalensi anemia berdasarkan pengukuran hemoglobin pada anak usia 24-59 bulan adalah 13,4 persen dan anak usia 5-12 tahun sebesar 12,7 persen. Sedangkan prevalensi anemia berdasarkan kadar ferritin dalam darah pada anak usia 24-59 bulan adalah 13,2 persen dan anak usia 5-12 tahun adalah 3,7 persen.

4. Ekskresi iodium kategori defisiensi (kurang 100 mcg/L) adalah 11,5 persen, sedangkan ekskresi iodium kategori lebih dari cukup (lebih dari 200 mcg/L) adalah 14,9 persen.

5. Anak laki-laki yang tinggal di daerah pedesaan lebih aktif dari anak perempuan, sebaliknya anak perempuan yang tinggal di daerah perkotaan lebih aktif dari anak laki-laki.

6. Kondisi stunting parah lebih banyak terjadi pada anak laki-laki dibanding perempuan dengan perbedaan sekitar 2,2 persen pada usia balita, sedangkan untuk usia 5-12 tahun perbedaanya sebesar 2,2 persen.

7. Sekitar 1,1 persen anak di pedesaan mengalami kondisi gizi buruk parah, sedangkan sekitar 6,9 persen mengalami kondisi gizi buruk. Pada kondisi ini seseorang kehilangan jaringan lemak dan otot akibat tubuh mengalami kondisi kekurangan gizi yang bersifat akut.

Demikian tulisan saya mengenai status gizi anak indonesia yang memprihatinkan kita. Semoga saja anak-anak kita dan orang-orang yang disekitar kita dapat membantu mereka yang membutuhkan perolongan untuk mencegah kekurangan gizi pada anak-anak. sumber : http://health.detik.com/read/2012/11/14/175540/2091936/1301/ini-dia-status-gizi-anak-indonesia?l992205755

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s